Pada 2015, konsumen bisnis online diperkirakan akan
mengalami pergeseran tingkah laku dalam hal pemanfaatan teknologi
digital. Dibutuhkan strategi baru dalam internet marketing. Pilih strategi yang tepat.
Unilever memiliki cara tersendiri sebelum mengeluarkan kampanye produk.
Mereka menggandeng Google untuk mencari tahu topik yang kira-kira akan
jadi tren di internet. Google lalu menjawab dengan menggelontorkan
sejumlah data mengenai kata kunci yang paling banyak dicari menjelang
pergantian akhir tahun. Kepada Unilever, Google menyodorkan kata kunci “hair”.
Hasilnya, di 2013, kanal YouTube milik Unilever yang berjudul “All Things Hair”
dilihat sebanyak 17 juta dan menjadi kanal tentang perawatan rambut
yang paling banyak dilihat di YouTube. Bisa ditebak, penjualan produk
perawatan rambut milik Unilever meningkat pesat.
Anita Newton, konsultan marketing dan kontributor Inc.com,
dalam blognya menuliskan, kesuksesan Unilever tersebut adalah bukti
bagaimana penggunaan data bisa efektif dalam menentukan strategi marketing. Kabar baiknya, Google telah menyediakan tool Google Trends dan Google Insight untuk mereka yang membutuhkan data.
Lebih Personal
Allan Blair, Head of Strategy Tribal Worldwide, London, memprediksi jika
konsumen digital akan menyukai sesuatu yang lebih personal di 2015.
Konsumen akan menyukai hal-hal yang lebih eksklusif bagi dirinya. Untuk
memenuhi keinginan tersebut, pelaku bisnis online dituntut
untuk lebih kreatif. Misal, dengan menawarkan konsumen sesuatu yang bisa
mereka ciptakan dan bagikan. Cara ini merupakan strategi memanfaatkan
konsumen sebagai tenaga marketing tanpa bayaran.
Youtube Makin Popular
Promosi lewat video, sepanjang 2014, baru disentuh oleh sebagian pelaku bisnis online.
Padahal, perkembangan YouTube sangat luar biasa. Setiap harinya,
YouTube diakses lebih dari 100 juta pengguna internet. Sebanyak 40%
mengakses lewat perangkat mobile. Bayangkan produk Anda hadir lewat YouTube.
Promosi Lebih Halus
Di 2015, konsumen diramalkan akan lebih rewel. Mereka akan meminggirkan
konten-konten internet yang melulu mempromosikan produk. Pelaku bisnis
diminta untuk melakukan promosi secara lebih halus dan natural. Cara ini
bisa dilakukan dengan lebih menambah jumlah konten berisi informasi
ketimbang konten promosi, lebih mengedepankan dialog interaktif dengan
konsumen ketimbang hanya menyodorkan produk. (Wiko Rahardjo/readersdigest.co.id)
Sumber : http://marketplus.co.id
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment