Keberanian itu entrepreneurship. Jika seseorang tidak memiliki
keberanian, mereka tidak akan bisa menghasilkan sesuatu. Maka dari itu,
jika Anda ingin menjalankan sebuah bisnis, Anda juga harus memiliki
keberanian. Demikian terang Hwang Young-jae (23), mahasiswa INHA University kepada ciputraentrepreneurship.com tadi siang (13/ 1/ 2015).
Dengan berbekal keberanian itulah, Hwang merintis bisnisnya sejak
dari bangku kuliah. Pemuda yang kuliah di jurusan komunikasi itu
mengatakan entrepreneurship membuatnya melakukan “hal-hal ekstrim”.
“Saya melakukan semua hal (yang saya belum pernah lakukan sebelumnya -
pen),” tutur Hwang dalam bahasa Inggris.
Ketrampilan intrapersonal yang dibutuhkan entrepreneur telah mulai
diasah oleh Hwang. Ia mengaku mulai memberanikan diri menemui dan
berbicara dengan banyak orang. Ia yakin hal itu membuatnya nanti lebih
piawai menjual produk/ layanannya.
Hwang sudah memiliki sebuah ide bisnis di benaknya. Bahkan ia sudah
mulai mewujudkannya secara bertahap menjadi usaha yang nyata dan
menghasilkan pemasukan.
Ide bisnisnya ditujukan untuk memberikan solusi bagi para mahasiswa
program pertukaran pelajar, yang dapat menjembatani mereka dengan Korean
Cultural Service, ujar Hwang lebih lanjut.
“[Solusi - pen] ini berbentuk sebuah platform online yang bisa
diakses oleh para mahasiswa asing yang ikut program pertukaran pelajar
dan mereka bisa mendapatkan layanan khusus itu," tutur anak tertua dari
tiga bersaudara ini.
Model bisnis yang ia gunakan adalah sistem komisi. “Saya bertindak sebagai perantara (broker),” pria berkacamata itu menerangkan.
Semua ide itu ia dapatkan saat ia bercakap-cakap dengan banyak orang yang menemukan masalah yang sama.
Saat ditanya apakah generasi muda Korea lebih banyak yang menyukai
menjadi entrepreneur atau karyawan, Hwang mengatakan masih banyak yang
lebih suka menjadi karyawan bagi perusahaan besar seperti Samsung dan
LG.
Namun demikian, kata Hwang, ada juga sebagian kaum muda di Korea yang
mulai melirik peluang lainnya, yaitu entrepreneurship. Hal ini
ditegaskan juga oleh Prof. Hongsung Yoo, perwakilan Entrepreneurship
Center dari INHA University.
Para orang tua di Korea secara umum memang masih ingin agar anak-anak
mereka merintis karir sebagai pekerja di konglomerasi besar dan
pemerintahan, tetapi menurut Prof. Yoo pemikiran semacam itu mulai
bergeser. Untuk itulah mereka ingin untuk terus memberikan pemahaman
yang mengubah mindset tidak hanya generasi muda tetapi juga para orang
tua.
Keberadaan Hwang bersama teman-temannya memang bertujuan untuk
belajar lebih banyak mengenai entrepreneurship serta upaya untuk
menemukan berbagai peluang pasar yang bisa digarap.
Mengetahui entrepreneurship masih belum begitu populer di antara
generasi mudanya, pemerintah Korsel tidak tinggal diam. “Pemerintah
memberikan kami banyak dana untuk mendirikan startup melalui kampus atau
individu,” tukas Hwang. (Akhlis)
Sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment